KaltengTni-Polri

Agustiar Sabran Minta Penanganan Karhutla di Kalteng Tak Terjebak Ego Sektoral

11
×

Agustiar Sabran Minta Penanganan Karhutla di Kalteng Tak Terjebak Ego Sektoral

Sebarkan artikel ini

Palangka Raya, Nusaborneo.com – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran meminta seluruh pihak memperkuat koordinasi untuk menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan atau karhutla selama musim kemarau. Ia mengingatkan agar penanganan kebakaran tidak dilakukan secara sektoral.

Hal itu disampaikan Agustiar saat memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Sabtu (29/8/2026). Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo.

Menurut Agustiar, kesiapan personel, peralatan, pemantauan titik panas, serta langkah pencegahan harus berjalan secara terpadu. Kecepatan respons juga menjadi faktor penting untuk mencegah kebakaran meluas.

“Jangan ada ego sektoral. Jangan bekerja sendiri-sendiri. Kita bekerja sama, berkolaborasi untuk satu tujuan, yaitu melindungi masyarakat dan menjaga Kalimantan Tengah,” kata Agustiar.

Ia mengapresiasi pihak-pihak yang selama ini terlibat dalam penanganan karhutla. Agustiar berharap kerja sama antara pemerintah daerah, aparat, instansi teknis, dunia usaha, dan masyarakat terus dipertahankan hingga musim kemarau berakhir.

“Sekali lagi saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang tidak kenal lelah bekerja keras dalam penanggulangan karhutla di Kalimantan Tengah,” ujarnya.

Dalam rapat itu, pemerintah bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda Kalteng membahas kesiapan menghadapi potensi karhutla. Pembahasan mencakup penguatan koordinasi antarlembaga, kesiapan personel dan sarana-prasarana, pemantauan titik panas, serta strategi pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

Agustiar mengatakan pemerintah ingin memastikan penanganan karhutla dilakukan secara cepat dan terkoordinasi. Menurut dia, pengendalian kebakaran bukan hanya berkaitan dengan perlindungan lingkungan, tetapi juga keselamatan masyarakat.

“Target kita jelas, karhutla terkendali, masyarakat terlindungi, lingkungan terjaga, dan Kalimantan Tengah bebas dari kabut asap,” katanya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah selanjutnya akan memperkuat sinergi dengan seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus mempercepat respons apabila terjadi kebakaran di wilayah Kalteng. (red/foto: ist)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *