NusantaraPendidikan

STPN Resmi Berubah Jadi Politeknik Agraria, Perkuat SDM Bidang Pertanahan

11
×

STPN Resmi Berubah Jadi Politeknik Agraria, Perkuat SDM Bidang Pertanahan

Sebarkan artikel ini

Yogyakarta, Borneosatu.co.id -Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) resmi bertransformasi menjadi Politeknik Agraria STPN. Perubahan bentuk kelembagaan tersebut menjadi momentum penguatan pendidikan tinggi vokasi yang secara khusus bergerak di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid meresmikan Politeknik Agraria STPN di Pendopo Sasana Widya Bhumi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (5/9/2026).

Peresmian ditandai pemukulan gong oleh Nusron, didampingi Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan, Sekretaris Jenderal Dalu Agung Darmawan, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Agustyarsyah, dan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Politeknik Agraria STPN Sri Yanti Achmad.

Prosesi dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti serta penyerahan bendera Politeknik Agraria STPN dari Menteri ATR/Kepala BPN kepada Plt Direktur.

Dalam sambutannya, Nusron menegaskan posisi Politeknik Agraria STPN sebagai perguruan tinggi vokasi yang memiliki kekhususan dalam pengembangan pendidikan bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang.

“Politeknik Agraria STPN merupakan satu-satunya perguruan tinggi vokasi di Indonesia yang bergerak secara khusus mengembangkan pendidikan bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang,” ujar Nusron.

Nusron mengatakan transformasi STPN merupakan proses panjang yang telah diperjuangkan dalam beberapa tahun terakhir.

Selama puluhan tahun, STPN telah menghasilkan ribuan tenaga profesional yang mengabdi di Kementerian ATR/BPN maupun berbagai bidang lainnya. Kontribusi tersebut menjadi salah satu dasar penting untuk terus memperkuat kelembagaan dan kualitas pendidikan.

“Proses transformasi yang selama beberapa tahun terakhir kita perjuangkan, saat ini sudah mencapai tahap akhir,” jelasnya.

Transformasi mencakup perubahan bentuk kelembagaan, penataan organisasi, pengembangan kurikulum vokasi, pembukaan program studi baru, hingga penyelenggaraan pendidikan.

Meski demikian, statuta Politeknik Agraria STPN masih dalam proses pembahasan dan penetapan di Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi. Kementerian ATR/BPN akan terus mengawal proses tersebut hingga selesai.

Penguatan kelembagaan Politeknik Agraria STPN turut ditandai dengan pembukaan tiga program studi baru yang mulai diselenggarakan pada tahun akademik 2025/2026.

Ketiga program studi tersebut telah memperoleh akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Program studi itu meliputi Sarjana Terapan Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan, Sarjana Terapan Survei Pemetaan dan Informasi Pertanahan, serta Sarjana Terapan Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah.

Nusron menilai pembukaan program studi baru merupakan bagian dari komitmen untuk menyesuaikan pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan persoalan agraria.

“Transformasi ini harus kita lihat sebagai proses untuk membuat pendidikan di Politeknik Agraria STPN semakin relevan dengan kebutuhan lapangan,” katanya.

Ia berharap kurikulum dan sistem pembelajaran terus dikembangkan secara adaptif. Politeknik Agraria STPN juga diharapkan menjadi pusat pengembangan gagasan, inovasi teknologi, dan solusi dalam menghadapi persoalan agraria, pertanahan, dan tata ruang.

“Kementerian ATR/BPN akan terus memberikan dukungan terhadap penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penyediaan sarana dan prasarana, serta pembiayaan yang diperlukan untuk memperkuat Politeknik Agraria STPN,” tegas Nusron.

Peresmian Politeknik Agraria STPN dirangkaikan dengan wisuda perdana sebanyak 568 taruna dan taruni.

Plt Direktur Politeknik Agraria STPN Sri Yanti Achmad mengatakan perubahan bentuk kelembagaan merupakan hasil proses panjang dan perjuangan seluruh sivitas akademika.

Menurut dia, transformasi tersebut sekaligus menjadi langkah untuk memperkuat pengembangan keilmuan dan kompetensi di bidang agraria, pertanahan, serta tata ruang.

“Peresmian Politeknik Agraria STPN yang dirangkaikan dengan wisuda perdana ini menjadi momentum penting yang menandai babak baru dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi vokasi serta menguatkan peran Politeknik Agraria STPN dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan profesional di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang,” ujar Sri Yanti.

Pembukaan tiga program studi baru tersebut juga menjadi bagian dari pelaksanaan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2022.

Pada kesempatan yang sama, Politeknik Agraria STPN memberikan penghargaan kepada Kepala Pusat Penilaian Kompetensi BPSDM Heri Mulianto sebagai pencipta Hymne Politeknik Agraria STPN.

Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian ATR/BPN, Sekretaris Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi se-Indonesia beserta jajaran. (red/foto:ist)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *