Palangka Raya, borneosatu – Suasana Minggu (30/11/2025) malam di Jalan Taurus 8, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, yang semula tenang mendadak berubah mencekam.
Sekitar pukul 19.30 WIB, teriakan dan keributan memecah keheningan dan berujung pada insiden berdarah yang membuat warga sekitar geger.
Seorang pria yang diduga sebagai pelaku, dalam kondisi di bawah pengaruh minuman keras, naik pitam hanya karena tersinggung ucapan korban. Emosi yang tak terkendali membuat pelaku nekat menenteng senjata tajam untuk “membuat perhitungan”.
Namun situasi di lapangan justru berkembang menjadi duel sengit. Luka yang diderita kedua pihak bukan akibat tusukan langsung yang mulus, melainkan akibat pergulatan hebat saat keduanya berebut senjata tajam tersebut.
Saat dikonfirmasi, Kanit Jatanras Satreskrim Polresta Palangka Raya, Ipda Helmie, membeberkan fakta di balik insiden tersebut.
“Kejadian ini dipicu karena pelaku tersinggung dengan ucapan korban. Kondisi pelaku juga sedang dalam pengaruh miras. Perlu diluruskan, luka yang terjadi itu disebabkan karena rebutan sajam yang dibawa pelaku, bukan murni luka penusukan,” tegas Ipda Helmie.
Akibat duel yang brutal itu, kedua laki-laki tersebut sama-sama tumbang dan harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Untuk keamanan dan kelancaran penanganan, keduanya akhirnya dipisahkan ke dua rumah sakit yang berbeda.
“Keduanya langsung mendapatkan tindakan medis. Satu di IGD Rumkit Bhayangkara Polda Kalteng, dan satu lagi di IGD RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya,” tambah Helmie.
Hingga berita ini diterbitkan, Tim Satreskrim Polresta Palangka Raya masih melakukan penyelidikan mendalam di lapangan. Meski darah sudah tumpah, pihak kepolisian menyebutkan bahwa belum ada laporan resmi yang masuk dari korban maupun pihak keluarganya.
“Anggota masih di lapangan, motif pastinya sedang kami dalami lagi,” pungkasnya. (Red/AJn)











