Batang, Borneosatu.co.id – Program Kuliah Kerja Nyata Pertanahan dan Praktik Tata Laksana Pertanahan (KKNP-PTLP) menjadi wadah bagi Taruna/i Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional untuk terlibat langsung dalam agenda strategis Kementerian ATR/BPN, yakni digitalisasi data pertanahan.
Di Kabupaten Batang, para taruna mengerjakan pemutakhiran sertipikat lama yang belum terpetakan dalam sistem digital. Kegiatan diawali dengan sinkronisasi data dari Kantor Pertanahan, termasuk digitasi dokumen ukur menggunakan aplikasi pemetaan.
Menurut Taruni STPN, Nadia Putri Febrianti, pekerjaan ini menuntut ketelitian agar data fisik dan data digital dapat selaras.
“Kami memastikan setiap bidang tanah yang memiliki sertipikat dapat terpetakan secara digital sehingga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” ujarnya.
Tahap berikutnya adalah verifikasi lapangan dengan melibatkan perangkat desa dan masyarakat pemilik tanah. Pengambilan titik koordinat dilakukan untuk memastikan batas bidang sesuai kondisi aktual.
Sementara itu, Satrio Binandika Sakti menyebut pengalaman ini memperkuat pemahaman taruna terhadap implementasi kebijakan pertanahan di lapangan.
“Ini kesempatan bagi kami untuk berkontribusi langsung dalam program nasional sekaligus belajar bagaimana memastikan bidang tanah benar-benar clear and clean,” katanya.
Keterlibatan taruna/i STPN dalam KKNP-PTLP mencerminkan kolaborasi antara dunia pendidikan kedinasan dan pelaksanaan kebijakan publik, khususnya dalam mempercepat terwujudnya sistem pertanahan berbasis digital yang akurat dan terpercaya. (red/foto:ist)











