Intan Jaya, Borneosatu.co.id – Upaya pendekatan humanis yang dilakukan Satgas Yonif 631/Antang di wilayah Kabupaten Intan Jaya kembali membuahkan hasil. Dua orang yang sebelumnya tergabung dalam Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap 8 Intan Jaya menyatakan diri kembali setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Rabu (18/02/2026).
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari strategi komunikasi persuasif yang dikedepankan prajurit TNI selama menjalankan tugas pengamanan di wilayah Papua Tengah. Melalui dialog terbuka, pendekatan kemanusiaan, serta kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat, Satgas berupaya membangun kepercayaan dan membuka ruang kesadaran.
Komandan Satgas Yonif 631/Antang, Letkol Inf Andy Darnianto, menyampaikan bahwa proses tersebut berlangsung secara bertahap dan penuh kehati-hatian. Menurutnya, kesadaran keduanya muncul dari kegelisahan melihat dampak konflik terhadap masyarakat sipil yang tidak berdosa.
“Mereka menyampaikan penyesalan dan keinginan untuk kembali hidup damai bersama keluarga serta masyarakat,” ujarnya.
Dalam sebuah prosesi sederhana namun penuh makna, keduanya membacakan ikrar setia kepada NKRI sebagai simbol komitmen meninggalkan jalan kekerasan. Momentum tersebut dinilai menjadi bukti bahwa pendekatan dialogis dan sentuhan kemanusiaan dapat menjadi solusi dalam merawat stabilitas keamanan di Papua.
Satgas Yonif 631/Antang menegaskan akan terus mengedepankan langkah-langkah persuasif dan terukur guna menciptakan situasi kondusif. Selain menjaga keamanan, prajurit juga aktif membantu kegiatan sosial kemasyarakatan sebagai wujud pengabdian kepada rakyat.
Langkah ini diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama membangun Papua yang aman, damai, dan sejahtera dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. (red/foto:ist)











