Nusantara

Di Tengah Libur Lebaran, Kantah Indramayu Tetap Layani Warga: Jadi Harapan Pemudik Urus Tanah

7
×

Di Tengah Libur Lebaran, Kantah Indramayu Tetap Layani Warga: Jadi Harapan Pemudik Urus Tanah

Sebarkan artikel ini

Indramayu, Borneosatu.co.id – Suasana libur Lebaran tak sepenuhnya membuat aktivitas pelayanan publik berhenti. Di Kantor Pertanahan Kabupaten Indramayu, pintu pelayanan tetap terbuka, memberi ruang bagi masyarakat—khususnya para pemudik—untuk menuntaskan urusan pertanahan yang selama ini tertunda.

Di balik loket pelayanan, Syukron Hamdalah tetap menjalankan tugasnya seperti hari biasa. Baginya, momen libur panjang justru menghadirkan cerita berbeda. Ia menyaksikan satu per satu warga datang dengan harapan: memanfaatkan waktu singkat di kampung halaman untuk mengurus dokumen tanah.

“Memang tidak ramai, tapi yang datang benar-benar membutuhkan. Kebanyakan pemudik yang baru punya waktu saat Lebaran,” ujarnya, Senin (23/03/2026).

Alih-alih merasa terbebani bekerja saat hari libur, Syukron justru mengaku menemukan makna lain dalam pekerjaannya. Baginya, pelayanan di momen seperti ini terasa lebih personal—lebih dekat dengan masyarakat yang datang dari berbagai daerah.

“Ada kepuasan tersendiri saat bisa membantu mereka yang datang dari jauh. Ini bukan sekadar tugas, tapi juga bentuk pelayanan kami kepada masyarakat,” katanya.

Selama periode layanan terbatas yang dibuka pada 18, 19, 20, 23, dan 24 Maret 2026, Kantah Indramayu melayani berbagai kebutuhan, mulai dari konsultasi berkas, informasi pertanahan, hingga pengambilan dokumen yang telah selesai diproses. Meski demikian, pengambilan dokumen tetap mengharuskan pemohon datang langsung.

Kehadiran layanan ini menjadi jawaban bagi masyarakat yang selama ini terkendala waktu. Salah satunya Siska, seorang perantau yang memanfaatkan momen pulang kampung untuk mengurus tanah miliknya.

“Jarang pulang, jadi baru bisa urus sekarang. Begitu tahu kantornya buka, saya langsung datang,” ungkapnya.

Informasi yang ia peroleh dari media sosial Kementerian ATR/BPN menjadi titik awal langkahnya. Meski layanan digital tersedia, Siska mengaku lebih yakin jika bisa datang langsung dan berkonsultasi.

“Kalau datang langsung lebih jelas. Sekarang saya sudah tahu apa saja yang harus disiapkan,” tuturnya.

Kehadiran layanan pertanahan di tengah libur panjang ini menjadi bukti bahwa pelayanan publik dapat tetap adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Bagi para pemudik, kesempatan singkat saat Lebaran kini tak lagi terbuang sia-sia—melainkan menjadi waktu berharga untuk menata kembali urusan di kampung halaman. (red/foto:ist)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *