HukumPalangka Raya

Pria 39 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Rumah Rekan, Diduga Meninggal Akibat Faktor Medis

34
×

Pria 39 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Rumah Rekan, Diduga Meninggal Akibat Faktor Medis

Sebarkan artikel ini
Jasad korban Saat di Evakuasi tim ERP Ke Mobil Ambulance.

Palangka Raya, borneosatu – Suasana tenang dini hari di kawasan Jalan Menteng 1, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, mendadak berubah mencekam pada Senin (01/12/2025). Warga dikejutkan oleh penemuan sesosok mayat laki-laki di sebuah rumah bernomor 27.

Korban diketahui bernama Fahmi (39), warga Jalan Tjilik Riwut Km 3,5, yang sehari-hari berprofesi sebagai wiraswasta. Ia ditemukan sudah tidak bernyawa sekitar pukul 03.28 WIB di kediaman rekannya.

Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya, AKP Eka Palti Arie Putra Hutagaol melalui Kanit Inafis, Aiptu Yuwanda, menjelaskan bahwa penemuan jasad korban bermula dari niat baik saksi bernama Udin Bek (53). Kala itu, Udin hendak memasak di dapur dan bermaksud membangunkan Fahmi untuk makan bersama.

Namun, saat mencoba menggoyangkan tubuhnya, Fahmi tidak menunjukkan respons. Panik, Udin memanggil rekannya untuk memastikan kondisi korban. Benar saja, setelah diperiksa, denyut nadi Fahmi sudah tidak ada.

“Saksi sempat mengira korban hanya tidur pulas. Saat dibangunkan untuk makan tidak ada respon, setelah dicek ternyata sudah meninggal dunia,” ungkap Aiptu Yuwanda di lokasi kejadian.

Mengetahui hal tersebut, saksi Feriansyah, yang sedang berjaga di Pos Ronda Permai Induk, segera menghubungi pihak kepolisian dan keluarga korban.

Tim dari Pamapta Polresta Palangka Raya bersama Unit Inafis langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Dari penyisiran di sekitar jasad korban, polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa satu botol plastik bekas minuman keras jenis Arak Bali, kepingan obat batuk merk Samcodin, serta dompet hitam berisi identitas korban.

Jasad Fahmi kemudian dievakuasi ke Ruang Kamboja RSUD Dr. Doris Sylvanus untuk pemeriksaan. Berdasarkan hasil visum luar oleh dr. Ricka Brillianty, Sp.KF, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Hasil visum sementara menyebutkan, korban diperkirakan meninggal dunia sekitar empat jam sebelum pemeriksaan, dan penyebab kematian diduga kuat akibat penyakit bawaan atau faktor medis.

Sementara itu, ibu korban, Nurdaya, yang tiba di lokasi kejadian tampak sangat terpukul. Ia mengaku bahwa putranya tidak memiliki riwayat penyakit kronis, namun diketahui memiliki kebiasaan mengonsumsi minuman keras.

Jenazah kini telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Polisi menyimpulkan bahwa kejadian ini merupakan musibah murni akibat faktor kesehatan, tanpa ditemukan unsur pidana. (Red/AJn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *