Palangka Raya, Borneosatu.co.id – Momen peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16 Gerakan Pemuda Dayak (Gerdayak) Indonesia menjadi istimewa bagi Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Iwan Kurniawan. Orang nomor satu di Polda Kalteng itu menerima Medali Kehormatan dan Piagam Penghargaan “Tingang Menteng Bapenyang Simpei” atas dedikasinya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Bumi Tambun Bungai.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran dalam acara yang digelar di Ballroom Hotel Bahalap, Palangka Raya, Sabtu (6/6/2026).
Gerdayak Indonesia memberikan penghargaan itu sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi Kapolda Kalteng dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif, sehingga berbagai aktivitas masyarakat dan program pembangunan di daerah dapat berjalan dengan baik.
Menerima penghargaan tersebut, Irjen Pol. Iwan Kurniawan mengaku bersyukur dan berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Menurutnya, penghargaan itu bukan hanya untuk dirinya, melainkan juga untuk seluruh jajaran Polda Kalimantan Tengah yang setiap hari bekerja melayani masyarakat.
“Penghargaan ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus penyemangat bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan menjaga situasi kamtibmas tetap aman serta kondusif,” ujarnya.
Iwan menegaskan, terciptanya keamanan di Kalimantan Tengah tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan hingga masyarakat yang terus menjaga semangat kebersamaan.
Perayaan HUT ke-16 Gerdayak Indonesia turut dihadiri unsur Forkopimda Kalimantan Tengah, perwakilan instansi vertikal, kepala perangkat daerah, tokoh masyarakat, serta pengurus Gerdayak Indonesia dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah.
Melalui peringatan hari jadi tersebut, Gerdayak Indonesia berharap sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat terus terjaga. Kolaborasi itu dinilai penting untuk menjaga persatuan sekaligus mendukung pembangunan Kalimantan Tengah yang berkelanjutan. (red/foto:ist)











