Kasongan, Borneosatu.co.id – Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap dua anggota Polri yang diduga tenggelam di Sungai Katingan, wilayah Tumbang Kalamei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Hingga Jumat (3/7) sore, kedua korban belum berhasil ditemukan.
Operasi pencarian memasuki hari kedua setelah laporan kejadian diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya dari BPBD Kabupaten Katingan pada Kamis (2/7) dini hari. Dua korban yang dilaporkan hilang diketahui bernama Sumariyanto dan Nopandri Ramadhana, anggota Polres Katingan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Kantor SAR Palangka Raya, AA Ketut Alit Supartana, mengerahkan personel beserta peralatan pendukung ke lokasi untuk melakukan operasi pencarian.
Pada pelaksanaan pencarian hari kedua, tim dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). Tim pertama menyisir area sejauh satu kilometer dari titik dugaan korban tenggelam, sedangkan tim kedua memperluas pencarian hingga radius 2,4 kilometer.
“Penyisiran telah dilakukan sesuai rencana operasi, namun hingga sore hari korban masih belum ditemukan,” kata Alit.
Menurutnya, pencarian menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Arus Sungai Katingan yang cukup deras dan banyaknya jeram menjadi tantangan bagi petugas. Selain itu, kondisi air yang keruh juga membatasi jarak pandang saat proses penyelaman dilakukan.
Untuk hari ketiga operasi, Tim SAR gabungan berencana memperluas area pencarian hingga sejauh 3,5 kilometer dari lokasi kejadian guna meningkatkan peluang menemukan korban.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Rescue Kantor SAR Palangka Raya, Brimob Polda Kalimantan Tengah, Sabhara Polda Kalteng, Ditpolairud Polda Kalteng, Polsek Katingan Tengah, Satpolair Polres Katingan, Tim Inafis Polres Katingan, Koramil 1019-04/Katingan Tengah, BPBD Katingan, serta masyarakat setempat.
Hingga Jumat malam, proses pencarian masih terus berlangsung dan tim gabungan tetap berupaya menemukan kedua korban yang diduga tenggelam di Sungai Katingan tersebut. (Red/foto:ist)











