Jakarta, Borneosatu.co.id – Tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan gugur saat menjalankan operasi pengungkapan kasus dugaan peredaran narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Ketiganya dianugerahi Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) Anumerta oleh Kapolri sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian mereka.
Peristiwa itu bermula setelah Satresnarkoba Polres Katingan menerima informasi dari masyarakat terkait dugaan aktivitas peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei pada Rabu (1/7/2027). Dari hasil penyelidikan, polisi mengidentifikasi seorang terduga pelaku berinisial BIO yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika.
Tim yang dipimpin Kasat Resnarkoba Polres Katingan kemudian bergerak menuju lokasi dan tiba pada Kamis dini hari. Dalam pelaksanaannya, personel dibagi menjadi dua tim, dengan tim utama melakukan upaya penangkapan terhadap terduga pelaku di rumahnya.
Namun, proses penangkapan berubah menjadi situasi yang ricuh. Polisi mendapat perlawanan dari sejumlah orang yang disebut menyerang petugas menggunakan senjata tajam. Aparat sempat melepaskan tembakan peringatan, tetapi serangan terus berlanjut sehingga dilakukan tindakan kepolisian yang dinilai terukur untuk melindungi keselamatan personel.
Situasi disebut semakin memanas ketika keluarga terduga pelaku bersama sejumlah warga mendatangi lokasi. Mereka diduga melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam, senjata api rakitan, serta berbagai benda berbahaya lainnya.
Di tengah kondisi tersebut, tim Satresnarkoba berupaya menyelamatkan diri sembari meminta bantuan personel dari Polres Katingan dan Polsek Katingan Tengah. Sebanyak sembilan personel berhasil dievakuasi, sementara tiga anggota Polri gugur dalam pelaksanaan tugas.
Tiga personel yang gugur yakni Ipda Anumerta Yudhie, Aipda Anumerta Sumariyanto, dan Briptu Anumerta Nopandri Ramadhana.
Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka, Kapolri memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa Anumerta yang berlaku efektif mulai 5 Juli 2026.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menyampaikan belasungkawa atas gugurnya ketiga personel tersebut. Menurutnya, mereka telah menunjukkan pengabdian terbaik dalam menjalankan tugas memberantas peredaran narkotika.
“Polri menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas gugurnya tiga personel terbaik Satresnarkoba Polres Katingan saat menjalankan tugas pemberantasan narkotika. Mereka adalah Bhayangkara sejati yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi melindungi masyarakat dari bahaya narkoba,” kata Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Senin (6/7/2026).
Johnny mengatakan pemberian KPLB Anumerta merupakan bentuk penghormatan negara dan institusi kepada anggota yang gugur saat menjalankan tugas.
“Penganugerahan Kenaikan Pangkat Luar Biasa Anumerta merupakan penghormatan negara dan institusi Polri atas jasa serta pengabdian almarhum dalam menjalankan tugas. Semoga amal ibadah mereka diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujarnya.
Selain itu, Polri memastikan akan mengusut tuntas rangkaian peristiwa tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Institusi juga menyatakan akan memberikan pendampingan dan memastikan hak-hak keluarga ketiga personel yang gugur dapat dipenuhi.
“Polri berkomitmen mengusut secara profesional seluruh rangkaian peristiwa ini. Kami juga memastikan hak-hak keluarga para personel yang gugur dipenuhi sebagai bentuk tanggung jawab institusi kepada anggota yang telah mengabdikan diri hingga akhir hayatnya,” tutup Johnny.
Versi ini disusun dengan gaya pemberitaan yang ringkas, bertempo cepat, dan berstruktur piramida terbalik seperti yang umum digunakan di detik.com, tanpa mengubah substansi fakta yang Anda berikan. (red/foto:ist)











