KaltengNewsTni-Polri

Kapolda Kalteng Ajak Aparat Desa Jadi Garda Terdepan Cegah Karhutla

16
×

Kapolda Kalteng Ajak Aparat Desa Jadi Garda Terdepan Cegah Karhutla

Sebarkan artikel ini

Palangka Raya, Borneosatu.co.id – Musim kemarau, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian di Kalimantan Tengah. Di tengah kondisi tersebut, Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan mengajak pemerintah desa mengambil peran lebih besar sebagai garda terdepan dalam mencegah munculnya titik api.

Ajakan itu disampaikan Iwan saat memaparkan perkembangan penanganan karhutla dalam kegiatan yang berlangsung di GOR Indoor Serbaguna, Jalan Tjilik Riwut Km 5, Palangka Raya, Kamis (6/8/2026) malam.

Acara tersebut dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Wakil Gubernur Edy Pratowo, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Menurut Iwan, keberhasilan menekan angka karhutla tidak hanya bergantung pada petugas di lapangan. Aparat desa dinilai memiliki posisi strategis karena berada paling dekat dengan masyarakat dan memahami kondisi wilayah masing-masing.

“Penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi semua pihak. Pemerintah desa memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya kebakaran sejak dini, sehingga upaya penanggulangan dapat dilakukan secara cepat dan efektif,” kata Iwan.

Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa karakteristik wilayah Kalimantan Tengah yang didominasi kawasan hutan dan lahan gambut membuat daerah ini memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap karhutla, terutama saat curah hujan mulai berkurang.

Ia juga memaparkan perkembangan situasi terkini, termasuk status siaga hingga tanggap darurat yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama sejumlah pemerintah kabupaten dan kota sebagai langkah mengantisipasi meluasnya kebakaran.

Kapolda mengatakan, penyebab karhutla tidak hanya berasal dari faktor alam, tetapi juga aktivitas manusia. Karena itu, Polda Kalimantan Tengah bersama instansi terkait terus mengedepankan berbagai langkah pencegahan, mulai dari patroli terpadu, deteksi dini titik panas, sosialisasi kepada masyarakat, hingga penindakan terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.

“Selain upaya pemadaman, penegakan hukum juga terus kami lakukan terhadap setiap pelaku pembakaran hutan dan lahan sesuai ketentuan yang berlaku agar memberikan efek jera,” ujarnya.

Lebih lanjut, Iwan menegaskan bahwa persoalan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Menurut dia, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, pemerintah desa, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan risiko kebakaran.

Ia pun mengajak seluruh kepala desa beserta perangkatnya untuk aktif memberikan edukasi kepada warga, meningkatkan pengawasan di lingkungan masing-masing, serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran maupun titik api.

Langkah cepat sejak awal, menurutnya, akan memperbesar peluang mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat.

“Mari kita bersama-sama menjaga Kalimantan Tengah dari ancaman karhutla melalui langkah pencegahan dan kerja sama yang kuat dari seluruh elemen masyarakat,” tutup Iwan. (red/foto:ist)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *