Nusantara

Menanti Sertipikat Digital, Warga Cisauk Temukan Rasa Aman Baru

12
×

Menanti Sertipikat Digital, Warga Cisauk Temukan Rasa Aman Baru

Sebarkan artikel ini

Tangerang, Borneosatu.co.id – Harapan akan rasa aman dan kemudahan kini tumbuh di tengah masyarakat seiring hadirnya layanan sertipikat tanah berbasis digital. Bagi sebagian warga, perubahan ini bukan sekadar inovasi, tetapi juga jawaban atas kekhawatiran lama terhadap keamanan dokumen kepemilikan.

Di Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang, Ahmed Kumala Nur (54) tampak tenang usai menuntaskan proses administrasi roya atas tanahnya. Warga Cisauk itu memilih mengurus sendiri seluruh tahapan, didorong keinginan untuk memahami proses secara langsung.

“Awalnya penasaran, ternyata prosesnya jelas dan tidak rumit. Sekarang tinggal menunggu sertipikat elektroniknya selesai,” tuturnya dengan nada lega, Jumat (17/4/2026).

Bagi Ahmed, kehadiran sertipikat elektronik membawa ketenangan tersendiri. Ia tak lagi dihantui kekhawatiran akan risiko kehilangan dokumen akibat kerusakan fisik atau bencana. Baginya, penyimpanan digital menjadi bentuk perlindungan baru yang lebih relevan dengan kondisi saat ini.

“Kalau dulu takut hilang atau rusak, sekarang rasanya lebih aman karena tersimpan secara digital,” ujarnya.

Sambil menunggu proses rampung, Ahmed juga rutin memantau perkembangan berkasnya melalui aplikasi Sentuh Tanahku. Kemudahan akses informasi ini, menurutnya, menjadi nilai tambah yang membuat layanan terasa lebih transparan dan dekat dengan masyarakat.

Cerita serupa datang dari Ismail (51), warga Cisauk lainnya. Ia juga tengah menantikan terbitnya sertipikat elektronik setelah melalui proses panjang, mulai dari Akta Jual Beli hingga menjadi Sertipikat Hak Milik.

“Pelayanannya sangat baik, informasinya jelas. Sekarang tinggal menunggu sertipikat elektroniknya terbit,” katanya.

Bagi Ismail, pengalaman mengurus sendiri dokumen tanah memberinya pemahaman sekaligus kepercayaan terhadap sistem yang sedang dibangun. Ia melihat digitalisasi ini sebagai langkah maju yang mempermudah masyarakat dalam mengelola asetnya.

Antusiasme yang ditunjukkan warga Cisauk mencerminkan tumbuhnya kepercayaan publik terhadap layanan pertanahan berbasis digital. Di balik proses administratif, tersimpan harapan sederhana: kepastian hukum yang lebih kuat, akses yang lebih mudah, dan rasa aman yang bisa dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Transformasi ini pun menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan publik yang lebih modern, sekaligus mendekatkan negara dengan kebutuhan warganya di era digital. (red/foto:ist)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *