Nusantara

STPN Perluas Akses Pendidikan Agraria, Pendaftaran Taruna Baru Dibuka hingga 18 Juni

2
×

STPN Perluas Akses Pendidikan Agraria, Pendaftaran Taruna Baru Dibuka hingga 18 Juni

Sebarkan artikel ini

Sleman, Borneosatu.co.id – Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) membuka pendaftaran taruna dan taruni baru untuk Tahun Akademik 2026/2027. Perguruan tinggi di bawah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) itu menawarkan program pendidikan yang berfokus pada bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang.

Pelaksana Tugas Direktur Politeknik Agraria STPN, Sri Yanti Achmad, mengatakan kampus tersebut memiliki program studi yang dirancang untuk menjawab kebutuhan sumber daya manusia di sektor agraria yang terus berkembang. Menurut dia, pendekatan pembelajaran yang diterapkan bersifat multidisiplin sehingga lulusan diharapkan mampu menangani berbagai persoalan pertanahan dan tata ruang.

“Program studi di Politeknik Agraria STPN tidak banyak dimiliki perguruan tinggi lain. Lulusannya dipersiapkan untuk mendukung tugas di bidang agraria, pertanahan, tata ruang, dan pengelolaan aset,” kata Sri Yanti dalam keterangannya, Jumat, 5 Juni 2026.

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi Seleksi Penerimaan Taruna Baru (SPTB) dan akan berlangsung hingga 18 Juni 2026. Seleksi terbuka bagi warga negara Indonesia yang merupakan lulusan SMA, SMK, MA, atau sederajat serta memenuhi persyaratan administrasi dan kesehatan.

Selain jalur reguler, STPN juga membuka jalur kerja sama pemerintah daerah bagi peserta yang berasal dari daerah yang telah menjalin perjanjian kerja sama dengan institusi tersebut.

Pada tahun akademik ini, STPN membuka empat program studi sarjana terapan, yakni Pertanahan, Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah, Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan, serta Survei, Pemetaan dan Informasi Pertanahan.

Khusus program studi Survei, Pemetaan dan Informasi Pertanahan, peserta diwajibkan berasal dari jurusan yang relevan, seperti IPA, Geomatika, Survei Pemetaan, Komputer, Bangunan, Geologi, dan Pertambangan. Program tersebut juga menerima lulusan Diploma I Pengukuran dan Pemetaan Kadastral dengan ketentuan IPK minimal 3,00 dan usia maksimal 23 tahun per 31 Agustus 2026.

Selain kegiatan akademik, STPN menyediakan sejumlah organisasi kemahasiswaan sebagai sarana pengembangan kepemimpinan dan keterampilan sosial taruna. Organisasi tersebut antara lain Dewan Perwakilan Taruna, Badan Senat Taruna, Korps Taruna Bela Negara, dan Urusan Dinas Dalam.

Sri Yanti berharap lulusan sekolah menengah yang memiliki minat pada bidang agraria dan tata ruang dapat memanfaatkan kesempatan tersebut. Menurut dia, kebutuhan tenaga profesional di sektor pertanahan dan tata ruang akan terus meningkat seiring perkembangan pembangunan di berbagai daerah.

“Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi dapat diakses melalui situs resmi Politeknik Agraria STPN,” ujarnya. (red/foto:ist)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *