Palangka Raya, Borneosatu.co.id – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran melepas sekitar 3.000 peserta BNN Run 2026 di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya, Minggu (28/6/2026). Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 itu menjadi bagian dari kampanye pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui penerapan gaya hidup sehat.
Mengusung tema “Membangun Generasi Sehat, Cerdas dan Kuat Melalui Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan tersebut diikuti sebanyak 3.021 peserta yang mengikuti kategori lari 5 kilometer dan jalan sehat 3 kilometer.
Pelepasan peserta ditandai dengan pengibaran bendera start oleh Gubernur didampingi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Tengah Mada Roostanto serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, dan unsur terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Agustiar menilai olahraga menjadi salah satu cara efektif untuk membangun pola hidup sehat sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat terhadap penyalahgunaan narkoba.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mendukung berbagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, salah satunya melalui pembudayaan olahraga. Masyarakat yang sehat secara fisik dan mental akan memiliki ketahanan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif, termasuk narkoba,” ujarnya.
Menurut Agustiar, upaya pemberantasan narkoba tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, hingga komunitas.
Ia berharap kegiatan seperti BNN Run dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana edukasi sekaligus membangun kepedulian masyarakat terhadap bahaya narkoba.
Sementara itu, Kepala BNN Provinsi Kalimantan Tengah Mada Roostanto mengatakan BNN Run merupakan bagian dari strategi pencegahan yang mengedepankan partisipasi masyarakat.
Menurut dia, pendekatan preventif melalui kegiatan olahraga diharapkan mampu membangun ketahanan individu sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup. Ketahanan terhadap penyalahgunaan narkoba harus dibangun sejak dini melalui keluarga, lingkungan, dan kebiasaan hidup sehat,” kata Mada.
Ia menambahkan, tingginya antusiasme masyarakat yang mencapai lebih dari 3.000 peserta menunjukkan semakin besarnya kepedulian masyarakat Kalimantan Tengah terhadap gerakan Indonesia Bersinar atau Bersih Narkoba.
Selain kegiatan lari dan jalan sehat, acara juga diisi dengan kampanye anti narkoba, senam bersama, hiburan, serta pembagian hadiah kepada peserta. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung sejak pagi hingga sekitar pukul 09.25 WIB di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya. (red/foto:ist)











