Palangka Raya, Borneosatu.co.id – Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah bersama sejumlah mitra strategis menggelar Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Juru Sembelih Halal (JULEHA) Tahun 2026 guna memperkuat ekosistem halal di daerah.
Kegiatan yang berlangsung pada 11–12 Mei 2026 itu merupakan hasil kolaborasi BI Kalteng dengan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah, Halal Institute, serta Halal Center UIN Palangka Raya.
Sebanyak 30 peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Tengah mengikuti pelatihan yang terdiri atas sesi teori dan praktik langsung penyembelihan hewan di Rumah Potong Hewan Kalampangan, Palangka Raya.
Dalam rilis BI Kalteng, Minggu (17/5/2026), disebutkan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari strategi penguatan halal value chain atau rantai nilai halal di Kalimantan Tengah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah menyampaikan bahwa ekonomi syariah memiliki kontribusi penting terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Indonesia juga berhasil menempati posisi ketiga dunia dalam Global Islamic Economy Indicator 2025.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengembangan ekonomi syariah, mulai dari penguatan rantai nilai halal, pembiayaan syariah, hingga peningkatan literasi masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah.
Melalui pelatihan JULEHA, peserta diberikan pemahaman teknis dan syariah terkait tata cara penyembelihan halal yang sesuai standar kompetensi.
Dalam praktik lapangan, peserta menyembelih dua ekor sapi, tiga ekor kambing, dan 25 ekor ayam. Seluruh hasil penyembelihan kemudian disalurkan kepada panti asuhan sebagai bentuk kepedulian sosial.
Bank Indonesia menilai penguatan kualitas sumber daya manusia di sektor halal menjadi langkah penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk halal.
Hingga tahun 2025, sebanyak 30 JULEHA di Kalimantan Tengah telah mengantongi sertifikasi kompetensi melalui dukungan Bank Indonesia dan para mitra.
Ke depan, sinergi antarlembaga diharapkan mampu memperkuat ekosistem halal yang berkelanjutan serta mendorong pertumbuhan ekonomi syariah dan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Tengah. (red/foto:ist)











