NewsTni-Polri

Ribuan Warga Padati FBIM 2026, Polresta Palangka Raya Perketat Pengamanan Karnaval Budaya

11
×

Ribuan Warga Padati FBIM 2026, Polresta Palangka Raya Perketat Pengamanan Karnaval Budaya

Sebarkan artikel ini

Palangka Raya, Borneosatu.co.id – Suasana semarak mewarnai kawasan Bundaran Besar Kota Palangka Raya saat pelaksanaan Karnaval Budaya dan pembukaan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) serta Kalteng Expo 2026, Minggu (17/5/2026). Untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung, jajaran Polresta Palangka Raya menerjunkan personel pengamanan di sejumlah titik strategis.

Pengamanan dilakukan di area acara utama hingga sepanjang jalur karnaval budaya yang dipadati ribuan masyarakat dan peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Tengah.

Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi melalui Padal Pengamanan Ipda Muhammad Abrar mengatakan kehadiran personel kepolisian bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat yang mengikuti maupun menyaksikan rangkaian kegiatan budaya tahunan tersebut.

“Kami berupaya memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib dan lancar sehingga masyarakat bisa menikmati acara dengan nyaman,” kata Abrar.

Selain pengamanan terbuka dan tertutup, petugas juga melakukan pengaturan arus lalu lintas serta pemantauan di sejumlah ruas jalan yang menjadi lintasan peserta karnaval. Diperkirakan sekitar 2.000 peserta ikut memeriahkan pawai budaya yang menampilkan beragam atraksi seni dan budaya khas daerah.

Pembukaan FBIM dan Kalteng Expo 2026 berlangsung meriah dengan dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah, Wakil Gubernur, Kapolda Kalteng, unsur Forkopimda, tokoh adat serta masyarakat umum.

Rangkaian acara diawali dengan penampilan tari tradisional, doa lintas agama, ritual adat Dayak hingga pemukulan Gandang Hai sebagai simbol resmi dimulainya Festival Budaya Isen Mulang dan Kalteng Expo Tahun 2026.

Kehadiran aparat kepolisian di tengah pelaksanaan kegiatan budaya itu mendapat respons positif dari masyarakat. Selain menjaga situasi tetap kondusif, pengamanan juga menjadi bagian dari dukungan terhadap pelestarian budaya dan semangat kebersamaan masyarakat Kalimantan Tengah. (red/foto:ist)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *