NewsTni-Polri

Kapolsek Pahandut Ajak Generasi Muda Tangkal Intoleransi dan Radikalisme

8
×

Kapolsek Pahandut Ajak Generasi Muda Tangkal Intoleransi dan Radikalisme

Sebarkan artikel ini

Palangka Raya, Beritasatu.co.id – Upaya memperkuat ketahanan masyarakat terhadap paham intoleransi dan radikalisme terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif. Salah satunya melalui workshop bertajuk Kalimantan Tengah Melawan serta Menolak Paham Intoleransi, Radikalisme, Terorisme, dan Kekerasan yang digelar di A’Long Space Coffee, Palangka Raya, Sabtu (27/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto bersama sejumlah unsur pemerintah daerah, akademisi, aktivis, mahasiswa, insan pers, dan perwakilan Satgaswil Densus 88 Antiteror Polri Wilayah Kalimantan Tengah.

Dalam kesempatan itu, Iyudi menekankan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman. Menurut dia, generasi muda memiliki posisi strategis untuk menjadi garda terdepan dalam menangkal masuknya paham yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.

“Pencegahan tidak bisa dilakukan oleh aparat semata. Diperlukan kolaborasi semua pihak agar potensi penyebaran intoleransi dan radikalisme dapat dideteksi dan dicegah sejak dini,” ujarnya.

Workshop yang diikuti sekitar 52 peserta tersebut juga menghadirkan Ketua Tim Pencegahan Satgaswil Densus 88 AT Polri Wilayah Kalimantan Tengah, Ganjar Satriyono. Dalam paparannya, ia mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penyebaran paham radikal yang kini kerap memanfaatkan ruang digital dan media sosial.

Menurut Ganjar, penguatan wawasan kebangsaan dan pendidikan toleransi menjadi langkah penting untuk membangun daya tahan masyarakat terhadap ideologi yang mengancam persatuan bangsa.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang memberi ruang bagi peserta untuk menyampaikan pandangan dan pengalaman terkait upaya menjaga kerukunan di lingkungan masing-masing.

Sebagai bentuk komitmen bersama, peserta menandatangani deklarasi penolakan terhadap intoleransi, radikalisme, terorisme, dan segala bentuk kekerasan. Mereka juga menyatakan dukungan terhadap penguatan empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Setelah rangkaian workshop selesai, acara dilanjutkan dengan pembukaan Pertandingan Domino JOC S-6 (Cup Season 6) yang turut menjadi ajang mempererat silaturahmi antar peserta dan komunitas. (Red/foto:ist)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *