NewsNusantara

Minat Bidang Pertanahan? STPN Siapkan Empat Program Studi untuk Calon Taruna

9
×

Minat Bidang Pertanahan? STPN Siapkan Empat Program Studi untuk Calon Taruna

Sebarkan artikel ini

Sleman, Borneosatu.co.id – Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) menawarkan empat program studi sarjana terapan bagi lulusan SMA dan SMK yang berminat menekuni bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang. Keempat program studi tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di sektor pertanahan yang terus berkembang.

Program studi yang tersedia meliputi Survei dan Pemetaan Informasi Pertanahan (SPIP), Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan (MPRP), Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah (KMPT), serta Pertanahan.

Program Studi SPIP berfokus pada penguasaan teknologi survei dan pemetaan. Mahasiswa akan mempelajari teknik pengukuran tanah, pemetaan digital, sistem informasi geografis (SIG), fotogrametri, hingga pengolahan data spasial.

Taruna SPIP, Dandi Resando, mengatakan ketertarikannya terhadap program tersebut muncul karena adanya kombinasi antara pembelajaran teori dan praktik lapangan.

“Kami tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga turun langsung melakukan pengukuran dan pemetaan. Teknologi geospasial yang dipelajari memiliki peran penting dalam berbagai kegiatan pembangunan,” kata Dandi.

Sementara itu, Program Studi MPRP menitikberatkan pada perencanaan wilayah, tata ruang, pelayanan pertanahan, serta pengelolaan kebijakan publik di bidang agraria dan tata ruang. Program ini terbuka bagi lulusan dari berbagai latar belakang pendidikan yang memiliki ketertarikan pada isu pembangunan dan pengelolaan wilayah.

Menurut Taruni MPRP, Ayu Hanan Mutia, ketertarikannya pada bidang tersebut berawal dari keinginan memahami proses penataan ruang yang ideal.

“Saya melihat masih ada persoalan tata ruang di berbagai daerah. Karena itu saya ingin mempelajari bagaimana perencanaan ruang dapat mendukung pembangunan yang lebih tertata,” ujarnya.

Adapun Program Studi KMPT lebih berorientasi pada pengelolaan administrasi pertanahan, pendaftaran tanah, dan pelayanan publik berbasis teknologi. Mahasiswa akan mempelajari sistem administrasi pertanahan, kebijakan pertanahan, serta pengelolaan data dan layanan elektronik.

Taruna KMPT, Rizaldi Secondia Putra, menilai bidang tersebut memiliki peran penting dalam memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.

“Saya tertarik pada aspek kebijakan dan administrasi pertanahan. Melalui program ini saya dapat memahami proses pendaftaran tanah dan perlindungan hak atas tanah,” kata Rizaldi.

Sementara itu, Program Studi Pertanahan menawarkan cakupan pembelajaran yang lebih luas. Materi yang dipelajari meliputi hukum agraria, penyelesaian sengketa tanah, pengadaan tanah untuk pembangunan, hingga pengendalian pemanfaatan ruang.

Taruni asal Bali, Ni Putu Arista Pradnyaswari, mengatakan dirinya memilih program tersebut karena menyukai kegiatan lapangan dan ingin memahami persoalan pertanahan secara langsung.

“Saya tertarik karena ada banyak praktik lapangan dan kesempatan berinteraksi dengan masyarakat. Pengalaman itu menjadi nilai tambah dalam proses pembelajaran,” ujarnya.

Pada Seleksi Penerimaan Taruna Baru Tahun Akademik 2026/2027, STPN menyediakan kuota sebanyak 350 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 260 peserta melalui jalur umum, 60 peserta jalur tugas belajar atau aparatur sipil negara yang mendapat penugasan dari Kementerian ATR/BPN, serta 30 peserta melalui jalur kerja sama pemerintah daerah.

Pendaftaran calon taruna masih dibuka hingga 18 Juni 2026. Melalui empat program studi tersebut, STPN memberikan pilihan bagi calon mahasiswa yang ingin berkarier di bidang pertanahan, tata ruang, maupun pengelolaan agraria di Indonesia. (red/foto:ist)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *