NewsNusantara

Saat Transformasi ATR/BPN Tak Lagi Sekadar Soal Teknologi

5
×

Saat Transformasi ATR/BPN Tak Lagi Sekadar Soal Teknologi

Sebarkan artikel ini

Jakarta, Xposekalimantan.com – Bagi masyarakat yang mengurus persoalan pertanahan, kepastian sering kali menjadi hal yang paling ditunggu. Bukan hanya kepastian mengenai dokumen atau proses administrasi, tetapi juga kejelasan tentang kapan dan bagaimana sebuah layanan dapat diselesaikan.

Karena itu, transformasi pelayanan di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tidak semestinya berhenti pada perubahan sistem dan teknologi.

Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan mengatakan perubahan tersebut juga harus menyentuh cara jajaran kementerian bekerja dan melayani masyarakat.

Pesan itu disampaikan Ossy dalam Ramah Tamah HANTARU 2026 di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Kamis, 24 September 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang (HANTARU) 2026.

Tahun ini, HANTARU mengusung tema “Transformasi, Melayani Lebih Pasti”.

“Ini pula momentum kita untuk membuktikan bahwa transformasi ATR/BPN bukan hanya perubahan sistem dan teknologi, tetapi transformasi yang sejujurnya adalah perubahan dari sisi budaya kerja kita dalam menyokong masyarakat,” ujar Ossy.

Menurut dia, perubahan yang dilakukan harus terasa dalam pengalaman masyarakat ketika mengakses layanan pertanahan. Proses yang sebelumnya rumit diharapkan menjadi lebih sederhana. Informasi yang belum terbuka diharapkan semakin transparan. Sementara layanan yang hanya berfokus pada kelengkapan berkas perlu berkembang menjadi pelayanan yang benar-benar memperhatikan kebutuhan masyarakat.

“Dari yang tidak pasti menjadi lebih pasti, dari yang rumit mudah-mudahan bisa menjadi sederhana, dari yang tertutup menjadi terbuka, dan dari yang sekadar memastikan berkas menjadi benar-benar memberikan pelayanan sepenuh hati kepada masyarakat,” kata dia.

Dalam dua tahun terakhir, Kementerian ATR/BPN melakukan sejumlah perubahan dalam pelayanan pertanahan. Di antaranya melalui Pengukuran Terjadwal, Peralihan Hak, transformasi organisasi berbasis wilayah, serta digitalisasi layanan.

Bagi Ossy, berbagai perubahan itu pada akhirnya harus kembali kepada tujuan awal pelayanan publik: memberikan kemudahan dan kepastian bagi masyarakat.

Kepastian atas tanah, proses yang transparan, kemudahan mendapatkan layanan, serta kesungguhan petugas dalam melayani menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari transformasi tersebut.

Dengan begitu, keberhasilan transformasi tidak hanya dapat dilihat dari sistem yang telah dibangun, tetapi juga dari perubahan yang dirasakan orang-orang yang datang membutuhkan layanan.

“Karena itu, dalam momentum HANTARU tahun ini, jangan kita sekadar memaknai sebagai sebuah perintah pembangunan. Mari kita jadikan bersama sebagai tekad dan momentum kita semua agar ini bisa menjadi titik tolak pembaharuan kita ke depan,” ujar Ossy.

Ramah Tamah HANTARU 2026 digelar setelah upacara peringatan HANTARU selesai. Sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian ATR/BPN hadir dalam kegiatan tersebut.

Bagi jajaran ATR/BPN, peringatan HANTARU tahun ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap berkas pertanahan ada masyarakat yang menunggu kepastian. Transformasi, pada akhirnya, diharapkan tidak berhenti sebagai perubahan di dalam kantor, tetapi sampai kepada mereka yang menerima pelayanan. (red/foto:ist)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *