News

Pojok Kreasi Rutan Palangka Raya Asah Keterampilan WBP, Hasilkan Produk Bernilai Ekonomi

12
×

Pojok Kreasi Rutan Palangka Raya Asah Keterampilan WBP, Hasilkan Produk Bernilai Ekonomi

Sebarkan artikel ini

Palangka Raya, Borneosatu.co.id – Program pembinaan kemandirian di Rutan Kelas IIA Palangka Raya terus menunjukkan progres positif. Melalui ruang kreativitas bertajuk “Pojok Kreasi” yang dikelola Subseksi Bimbingan Kerja (Bimker), warga binaan pemasyarakatan (WBP) dibekali keterampilan kerajinan tangan sebagai bekal hidup setelah bebas nanti.

Di ruang tersebut, para WBP mendapatkan pelatihan secara bertahap, mulai dari pengenalan bahan baku, teknik dasar penggunaan peralatan, hingga tahap akhir penyelesaian produk. Kerajinan yang dihasilkan di antaranya Telawang—perisai tradisional khas Kalimantan yang kini banyak dijadikan hiasan dinding—serta olahan Getah Nyatu yang memiliki nilai seni dan daya jual tinggi.

Kepala Rutan Kelas IIA Palangka Raya, Wayan Arya Budiartawan, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dalam sistem pemasyarakatan. Ia menyebutkan, lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan keamanan, tetapi juga wadah pembentukan karakter dan peningkatan kompetensi warga binaan.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan warga binaan memiliki keterampilan nyata. Mereka dilatih dari dasar sampai mampu menghasilkan produk yang layak dipasarkan,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).

Program ini memberikan dampak signifikan bagi para peserta. Salah satu WBP berinisial MK mengaku awalnya tidak memiliki kemampuan di bidang kerajinan. Namun setelah mengikuti pelatihan rutin, ia kini mampu membuat Telawang dan mengolah Getah Nyatu secara mandiri.

“Saya belajar dari nol. Sekarang sudah bisa membuat sendiri dan membantu mengerjakan pesanan,” katanya.

Hal serupa dirasakan AR, WBP lainnya, yang kini lebih percaya diri dan mulai terlibat dalam pengembangan desain produk di Pojok Kreasi.

Selain berdampak pada peningkatan keterampilan, program ini juga berkontribusi terhadap produktivitas dan pemasukan negara. Produk hasil karya WBP dipasarkan melalui pameran UMKM dan promosi media sosial. Sepanjang 2025, kegiatan pembinaan tersebut tercatat menyumbang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekitar Rp12 juta.

Pihak Rutan menilai keberhasilan pembinaan tidak semata diukur dari sisi finansial, melainkan dari perubahan pola pikir dan sikap warga binaan. Dengan keterampilan yang dimiliki, mereka diharapkan dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang mandiri, produktif, dan siap menata masa depan yang lebih baik. (red/foto:ist)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *