Personel piket Polsek Rakumpit Regu III bersama enam warga turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Mereka mengandalkan mesin alkon dan peralatan yang tersedia untuk menjinakkan api di lahan yang didominasi tanah gambut dan semak belukar kering.
Upaya pemadaman tidak berjalan mudah. Selain karakteristik lahan gambut yang berpotensi menyimpan bara api di dalam tanah, petugas juga menghadapi kendala tidak adanya sumber air di sekitar lokasi kebakaran. Jarak lokasi yang mencapai sekitar 20 kilometer dari Polsek Rakumpit turut menjadi tantangan dalam penanganan di lapangan.
Saat melakukan pengecekan, petugas menemukan sejumlah bara api yang masih belum padam. Kebakaran juga menghanguskan delapan bekas kandang ayam berbahan kayu dengan atap asbes di area tersebut.
Sebagian titik api berhasil dipadamkan. Namun, sejumlah titik lainnya masih membutuhkan penanganan lebih lanjut untuk mencegah api kembali menyala dan meluas ke area sekitar.
Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Andiyatna, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Rakumpit Iptu Didik Suhardianto mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi perluasan kebakaran.
“Personel akan melanjutkan pemantauan dan penanganan di lokasi serta berkoordinasi dengan Poslap Kecamatan Rakumpit,” kata Didik, Minggu (18/10/2026).
Polsek Rakumpit juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan kebakaran lahan di lingkungan sekitarnya. Laporan cepat sangat membantu petugas melakukan penanganan sedini mungkin sebelum api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Sinergi antara petugas dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat penanganan karhutla sekaligus menjaga lingkungan serta mencegah kerugian yang lebih luas. (red/foto:ist)











