KaltengNews

Sumur Bor Jadi Andalan Hadapi Karhutla dan Krisis Air Bersih di Kalteng

9
×

Sumur Bor Jadi Andalan Hadapi Karhutla dan Krisis Air Bersih di Kalteng

Sebarkan artikel ini

Pangkalan Bun, Borneosatu.co.id – Kemarau panjang tak hanya meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga menyulitkan masyarakat mendapatkan air bersih. Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memperkuat upaya penanganan karhutla sekaligus memenuhi kebutuhan air bersih warga melalui pembangunan ratusan sumur bor di sejumlah kabupaten dan kota.

Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran mengatakan, sumur bor yang dibangun pemerintah memiliki dua peruntukan. Selain menyediakan sumber air untuk membantu pemadaman kebakaran, sebagian sumur juga disiapkan agar dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih selama musim kemarau.

“Sumur bor yang kami bangun ada dua jenis. Satu khusus mendukung pemadaman karhutla, dan satu lagi untuk pemadaman karhutla sekaligus sebagai sumber air bersih bagi masyarakat,” kata Agustiar di Pangkalan Bun, Rabu (7/10/2026).

Menurut Agustiar, penyediaan sumur bor menjadi salah satu langkah untuk menghadapi dampak kemarau yang dirasakan masyarakat. Ketersediaan sumber air di wilayah rawan kebakaran diharapkan dapat membantu petugas melakukan pemadaman sekaligus mempermudah warga memperoleh air bersih.

Kebutuhan tambahan sumur bor masih ditemukan di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kabupaten Kotawaringin Barat.

Dalam pertemuan dengan Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah, Agustiar menerima informasi mengenai permintaan pembangunan sumur bor di sekitar 15 lokasi. Wilayah pesisir menjadi salah satu daerah yang membutuhkan tambahan fasilitas tersebut, dengan jumlah permintaan terbanyak berada di Kecamatan Kumai.

Menindaklanjuti kebutuhan itu, Agustiar menginstruksikan Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah Agustan Saining untuk menindaklanjuti permintaan pembangunan sumur bor.

“Pasti kami hadir. Kalau ada permintaan, kami pastikan untuk membantu,” tegas Agustiar.

Pembangunan sumur bor tersebut diharapkan dapat mendukung kesiapsiagaan menghadapi karhutla sekaligus membantu masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih saat kemarau berlangsung.

Selain membangun sumur bor, Pemprov Kalimantan Tengah juga menyalurkan bantuan air bersih ke berbagai wilayah yang terdampak kemarau panjang.

Hingga 6 Oktober 2026, jumlah air bersih yang telah didistribusikan kepada masyarakat tercatat lebih dari 7,02 juta liter.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga pemenuhan kebutuhan dasar warga di tengah keterbatasan sumber air selama musim kemarau.

Agustiar mengatakan, penanganan karhutla dan dampak kemarau tidak cukup hanya dilakukan melalui pemadaman kebakaran. Pemerintah juga perlu memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap air bersih, layanan kesehatan, serta kebutuhan pokok lainnya.

Karena itu, langkah penanganan dilakukan melalui sejumlah program, mulai dari pemadaman karhutla, distribusi air bersih, penyediaan rumah oksigen, layanan kesehatan, hingga bantuan pangan.

Melalui berbagai upaya tersebut, Pemprov Kalimantan Tengah berupaya mengurangi dampak kemarau terhadap kehidupan masyarakat sekaligus memperkuat penanganan karhutla di daerah rawan kebakaran.

Di tengah musim kemarau, ketersediaan air menjadi kebutuhan yang tak bisa ditunda. Pembangunan sumur bor dan distribusi air bersih pun diarahkan tidak hanya untuk mendukung penanganan kebakaran, tetapi juga membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari. (red/foto:ist)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *